Skip to main content

Jalan Sufi dan "Kebenaran" Al-Hallaj

 



Martir Pertama Dalam Tasawuf
Hussein ibn Mansur al-Hallaj mungkin adalah tokoh sufi paling terkenal di abad kesembilan, dan Al-Hallaj masuk dan menjadi wakil para ulama dan sufi pada masanya. Popularitas Al-Hallaj adalah karena pandangan yang saling bertentangan antara al-Hulul, Nur Muhammad dan semua agama lain, tetapi yang paling kontroversial adalah al-Hulul. Al-Khulul adalah Pengalaman spiritual diri sendiri dengan Tuhannya. Namun pengalaman spiritual itu justru disebarkan kepada khalayak umum.

Abu al-Mughit al-Husain bin Mansur bin Muhammad al-Baidawi adalah nama lengkap pria sufi ini, namun ia lebih dikenal sebagai Al-Hallaj. Lahir 244 H/858 di Thur Persia. Banyak Yang mempercayai Al-Hallaj adalah keturunan Abu Ayyub sahabat Nabi Muhammad SAW.

Ia dibesarkan di Wasit dekat Bagdad. Dan pada usia 16 tahun, 260/873 H, dia pergi ke Ahvaz selama dua tahun untuk belajar dengan mistikus besar dan terkenal Sahl ibn Abdullah et-Tusturi. Setelah pelatihan di Tusturi ia pergi ke Basra dan belajar dengan Sufi Amr al-Mekki dan 264 H. / 878 M. Ia pindah ke Bagdad dan belajar dengan Al-Yunnan. Tingkatkan pengetahuan dan pengalamannya dalam samudera ilmu tasawuf.

Al Hallaj adalah seorang pengembara sejati. Dia diperkirakan mengunjungi Mekah tiga kali. Ketika dia pertama kali datang ke Mekah pada tahun 879, dia mencoba mencari cara untuk menyatu dengan Tuhan. Tetapi ketika dia menemukan jalan dan memberitahukannya kepada orang lain justru hinaan dan cacian sebagai orang tak waras, dan terancam pidana mati oleh penguasa Mekkah. Sekitar setahun kemudian, dia meninggalkan mekkah dan kembali ke Bagdad.

Al-Hallaj kembali ke Baghdad untuk bertemu gurunya Al-Junaid untuk kedua kalinya. Pertemuan ini bukanlah suatu kebahagiaan, karena ada perbedaan antara pribadi Tuhan dan ittihad hulul . Hubungan antara guru dan muridnya sempat agak tegang, namun al-Hallaj kemudian menjadi sosok sufi yang luar biasa, disegani dan memiliki banyak pengikut. Al-Hallaj selalu menjalani kehidupan nomaden selama petualangannya yang panjang. Dalam perjalanannya ia tinggal di Turstur, Khurasan, Sijistan, Karman, menyeberangi Sungai Persia, di wilayah Ahwaz, Bashrah dan Bagdad.

Pandangan lain tentang tasawuf, yang dijelaskan di bawah ini, mengharuskan ulama fiqih bernama ibn Daud al-Isfahani mengeluarkan fatwa untuk menyangkal dan menghancurkan paham Al-Hallaj. Al-Isfahani dikenal sebagai seorang ahli fiqih mazhab Zahiri yakni mazhab yang mendahulukan zahir nas belaka. Fatwa palsu Ibnu Daud menyebabkan Al-Hallaj ditangkap dan dipenjarakan. Setelah satu tahun di penjara, ia melarikan diri dengan bantuan seorang penjaga penjara.

Dia melarikan diri ke negeri Ahwas, Sus, dan bersembunyi selama empat tahun. Ia ditangkap lagi pada tahun 301 H/903 M dan divonis 8 tahun. Oleh karena itu, Pada tahun 309/903 M konferensi ulama diadakan pada masa kerajaan Bani Abbas masa kekuasaan al-Muktadirbilla, 18 Dzulkaidah 309 H, Al-Hallaj resmi dihukum. 

Abdul Halim Mahmud mengemukakan dalam kitabnya al-Tasawuf fi al-Islam, bahwa Al-Hallaj adalah orang yang sangat mencintai ahl al-bayt, Nabi, sehingga hal ini mengguncangkan penguasa  Bani ‘Abas. Apalagi bahwa Al-Hallaj saat itu menjadi daya tarik yang tidak ada tandingannya, ke mana pun pergi, orang selalu berbondong dan bergerombol mengikuti AL-Hallaj  mendengarkan ceramah nasihatnya. Karena, pemerintahan terus-menerus khawatir maka penguasa mewajibkan untuk memburu Al-Hallaj.

Al-hallaj dieksekusi mati namun terlebih dahulu disiksa cambuk yang kemudian disiksa kembali dengan penyaliban,  kemudian dengan memotong tangan dan kakinya, memotong lehernya, meninggalkan bagian-bagian tubuhnya selama beberapa hari, kemudian membakarnya abunya ditebar ke Sungai Dajlah. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa ia dipukul 1000 kali tanpa keluhan ketika digantung, kemudian tangan dan kakinya diamputasi dan kepalanya dipenggal tanpa keluhan. Namun, sebelum itu ada dua rakaat sholat memakai Sajadah muridnya Al-Sibli. Selanjutnya Tubuh Al-Hallaj digulingkan di atas tikar bambu, kemudian direndam ke minyak gas bumi mendidih lalu dibakar. Abunya dibuang di sungai dan kepalanya dibawa ke Khurasan agar supaya ditonton warga.

Muhammad Ghallab menyaksikan bahwa Al-Hallaj dinaikkan oleh para algojo ke atas menara yang tinggi, di kerumuni oleh orang banyak, termasuk para murid dan pengikut setianya. Saat itu, di mana orang banyak di perintahkan untuk melempari dengan batu, dia selalu mengulang-ulang kalimat yang membawaya ke hukuman mati, yakni “Ana al-Haqq”. Ketika disuruh untuk membaca syahadat, dia berteriak, “Sesungguhnya wujud Allah itu telah jelas, tidak membutuhkan penguat semacam syahadat”. Menurut Ghallab, kalimat ini merupakan pengulangan terhadap kalimat yang pernah diucapkan oleh Al-Syibli. Dia menerima semua hukuman yang kejam itu dengan senyuman, termasuk ketika para algojo memotong lidah dan menukil kedua matanya. Pada saat itu, justru dia berisyarat memintakan ampun bagi para algojo serta para pembantunya dengan pernyataan doanya yang terkenal, “Mereka semua adalah hamba-Mu, mereka berkumpul untuk membunuhku, karena ke fanatik terhadap agama-Mu dan untuk mendekatkan diri kepada-Mu. Maka, ampunilah mereka. Andaikata Kau singkapkan kepada mereka apa yang Kau singkapkan kepadaku, niscaya mereka tidak melakukan apa yang mereka lakukan”.

Saat hendak dipancung, nampak sekali kekuatan besar iman yang kokoh terhadap Tuhan, pancaran "kebenaran" sungguh dahsyatnya dapat dirasakan kalbu. ketika pedang diiriskan di muka nya lalu darah mengalir, seseorang berteriak mengatakan mukanya berdarah tetapi ia menjawab, itu bukan darah melainkan adalah air wudlu’. kedua Tangan dan kakinya di potong, ia benar-benar tenang dan sabar, tidak ada sedikitpun teriak kesakitan serta tak sepatah katapun keluar, hingga keempat-empat anggota badannya diceraikan. Kemudian puncak penyiksaan adalah memisahkan kepala dari badan oleh algojo. Badannya dibakar dan abunya dilemparkan kedalam sungai Dijlah.

Al-Hallaj menjadi fenomenal karena kata-katanya, "Saya adalah kebenaran," yang menyebabkan eksekusi brutalnya. Islam eksoteris tidak menerima gagasan bahwa manusia dapat dipersatukan dengan Allah.


Kitab Tulisan Al-Hallaj

Al-Hallaj meninggalkan banyak catatan tertulis dalam bentuk buku, tetapi semuanya hilang, hanya potongan-potongan puisi dan syair, ibn Nadhim sebagai ahli riwayat menulis manuskrip (buku), yang hanya ditemukan 46. Beberapa nama kitab ini adalah hasil karyanya:

Al-Ahruf al-Muhaddatsah wal al-Azaliyah wa al-Asma al-Kulliyah
Kitab Al-Wa al-Tauhid
Kitab Madh al Nabi wa al Hatsal al-A’la
Kitab Al-Abl wa al-Fana
Kitab Al-Ushul wa al-Furu’[11]
kitab Al-Shaihur Fi Naqshid Duhur,
Kita Al-Abad wa Ma’bud,
Kitab Kaifa Kana wa Kaifa Yakun,
Kitab Huwa Huwa,
Kitab Sirru al-Alam wa al-Tauhid,
Kitab Thawasin al-Azal, dan lain-lain.

Buku-buku di atas mungkin hanya tersisa catatan, karena kitab itu juga dihancurkan bersamaan hukuman mati, tetapi ada satu kitab yang disimpan dan dilestarikan oleh para pengikutnya, Ibn Atha Thawasin al-Azal. Dari buku ini dan sumber muridnya, para pencari jalan sunyi dapat belajar pengetahuan Al-Hallaj tentang kedalaman ilmu sufi.


Filosofi Tasawuf  Al-Hallaj

Al-Hulul
Pendapat Al-Khallaj sangat kontradiktif, kasat mata dan dianggap pendapat ekstrim dalam sejarah tasawuf Islam adalah ajarannya tentang Hulul. Hulul berarti bahwa Tuhan memiliki tempat dalam jasad manusia tertentu, yaitu dalam diri seseorang yang telah berhasil menghilangkan kualitas kemanusiaannya melalui kefanaan. Fana menurut al-Hallaj berisi tiga tingkatan: tingkat kefanaan semua pikiran (Tajrid taqli), pikiran, batin dan perilaku hanya tertuju oleh satu titik yakni Allah, dan tingkat terhapusnya sebuah alam kesadaran. Dari alam fana dilanjutkan ke alam fana al fana  terjadi perpaduan antara identitas manusia dengan dzat Tuhan larut di Hulul sampai hanya Tuhan yang hanya nampak dihadapannya.
 
Pemahaman bahwa Tuhan bisa ada dalam diri manusia didasarkan pada pemikiran dasar Al-Hallaj, yang mengatakan bahwa ada dua pribadi dasar, yaitu Lahut (unsur ketuhanan) dan Nasut (unsur kemanusiaan). Menurutnya, selain sifat ketuhanan-Nya, Tuhan juga memiliki sifat kemanusiaan. Atas dasar ini, kesatuan Tuhan dan manusia dapat terwujud. Dan bagian ini dalam teori Al-Hallaj disebut Al-Hulul (Tuhan mengambil tempat dalam tubuh manusia tertentu, yang telah lenyap sifat kemanusiaannya melalui fana).

Pemahaman Al-Hallaj di atas didasarkan pada konsep penciptaan Adam. Menurutnya, sebelum Tuhan menciptakan makhluk-Nya, Dia hanya melihat dirinya sendiri, dalam kesendirianNya, terdapat dialog di mana tidak ada kata atau huruf. Yang dia lihat hanyalah kemuliaan dan ketinggian DzatNya. Dan Dia cinta DzatNya itu. Cinta tidak dapat diungkapkan dan cinta ini adalah penyebab dari segala sesuatu yang ada (makhlukNya). Kemudian dia mengambil yang tak berbentuk dari diriNya dan bentuk tersebut ialah Adam. lalu dari diri Adam, Tuhan muncul dalam BentukNya. Jadi di dalam Adam ada kualitas yang dikirim oleh Tuhan yang berasal dari Tuhan.

Syair tentang lahut dan nasut Al-Hallaj :

Maha suci diri Yang sifat kemanusiaan-Nya

Membukakan rahasia Cahaya ketuhanan-Nya yang gemilang

Kemudian kelihatan bagi makhluk-Nya dengan nyata

Dalam bentuk manusia yang makan dan minum.

 
Syair Ciptaan Al Hallaj:

Aku adalah Dia Yang kucintai,

Dan Dia yang kucintai adalah aku,

Kami adalah dua jiwa yang menempati satu tubuh,

Jika engkau melihat aku, engkau lihat Dia,

Dan jika engkau lihat Dia, Engkau lihat kami.

“Aku adalah rahasia Yang Maha Besar

Yang Maha Besar bukanlah aku,

Aku hanya satu dari yang benar,

Maka bedakanlah antara kami.”

Dalam Puisi besarnya Matsnawi, Rumi mengatakan "kata-kata "Akulah Kebenaran) adalah sinar Cahaya di bibir Al-Hallaj, Sedangkan Akulah Tuhan yang berasal dari Fir'aun adalah kezaliman.

Popular posts from this blog

Khasiat Utama Air Kelapa Gading

Air Kelapa Gading Banyak jenis kelapa yang tersebar di seluruh dunia, dan disinyalir tumbuhan ini berasal dari samudera hindia dan asia. hampir semua bagian dari tanaman ini bermanfaat bagi segala aspek kebutuhan rumah tangga hingga air kelapanya pun bermanfaat bagi kesehatan. Meski banyak tersebar akan manfaat air kelapa, namun diantara keutamaan manfaat dari masing-masing jenisnya kelapa belum tuntas diketahui peruntukan khusus atas fungsi dari masing-masing jenisnya, hanya saja pada umumnya masyarakat menganggap khasiat semuanya serupa. padahal andai mereka tahu dari masing-masing memiliki keutamaan khasiat yang berbeda. Air kelapa gading sangat baik membantu penyembuhan penyakit organ dalam.dan berikut adalah Khasiat Utama Air Kelapa Gading: Liver Meski belum ada penelitian prihal air kelapa gading, namun resep leluhur dari keluarga turun temurun menyimpan rahasia jika khasiat air kelapa gading diyakini mampu sembuhkan penyakit liver. Rahasia keluarga yang patut

Wangi Bunga Kantil

Fungsi Herbal Bunga kantil dipercaya mampu mengobati beberapa gangguan kesehatan. Kandungan senyawa alami seperti alkaloid mikelarbina dan liriodenina dipercaya memiliki  khasiat sebagai ekspektoran dan diuretik. Fungsi herbal yang dimiliki bunga kantil dapat menjadi obat alternatif untuk berbagai penyakit. Seperti bronkhitis, batuk, demam, keputihan, radang, prostat, infeksi saluran kemih, dan sulit kencing. Sayangnya, khasiat yang dimiliki bunga ini belum banyak diminati untuk pengobatan. Fungsi Adat Bunga Kantil disebut juga sebagai bunga cempaka putih. Mitos yang berkembang di masyarakat, aroma bunga kantil disukai oleh kuntilanak, dari beberapa kabar yang terkumpul jika gangguan makhluk ini lebih banyak ada pada pohon kantil karena kuntilanak menjadikan pohon kantil sebagai tempat tinggalnya. Selain itu dibawah ini adalah potret yang biasa ditemui di kebiasaan adat Jawa: Bunga kantil mempunyai nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa, tampak sering terlih

Khasiat Semanggi

  Semanggi Semanggi adalah sejenis kelompok paku air ( salviniales ) dari marga Marsilea dan tanaman ini mudah dijumpai di Indonesia terutama di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Daun semanggi biasa dijadikan bahan makanan yang populer yakni pecel semanggi. diketahui bahwa semanggi mengandung fitoestrogen yang berpotensi mencegah Osteoporosis, juga pula berpotensi sebagai tumbuhan Bioremediasi karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb

sidebar ads2 1x1 - 2019