Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2018

Kumis Kucing, Bersihkan Ginjal

Daun kumis kucing dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati penyakit yang berkenaan dengan ginjal. Di luar negeri ramuan daun ini sering juga disebut Indian Kidney Tea atau Java Tea. Di Asia, Kumis kucing sudah dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang telah banyak membantu kesehatan sejak dahulu kala. 
Ekstrak daun kucing sekarang muncul banyak produk komersial dalam bentuk bubuk ramuan, daun kering, sachet teh, minuman, ekstrak, tablet, dan kapsul.

Tanaman kumis kucing dapat tumbuh di iklim tropis dan subtropis. Penyebarannya meliputi Asia Tenggara, Asia Timur hingga ke Australia (Queensland), sebutan latinnya ialah Orthosiphon aristatus.
Kumis kucing memiliki ciri bunga yang khas. Berwarna ungu keputih-putihan, bunganya tersusun seperti pucuk cemara. Pada pangkalnya terdapat benang-benang halus menyerupai kumis kucing.
Manfaat kumis kucing Daun kumis kucing mengandung beberapa zat aktif yang berkhasiat sebagai obat. Diantaranya adalah rosmarinic acid, lipophilic flavonoids, si…

Boleh Sombong kepada Orang Sombong?

Definisi sombong versi KBBI ialah menghargai diri secara berlebihan, congkak, pongah dst. Rasulullah SAW dalam hadis menjelaskan definisi sombong :
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ Sombong  ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia.

Benarkah bersikap sombong di depan orang yang sombong adalah sedekah? Jika benar, apa maksudnya? 
Melansir dari yang diwartakan konsultasisyariah.com, Ungkapan yang masyhur itu menyatakan,
التكبر على المتكبر حسنة وفي لفظ صدقة Takabur kepada orang yang takabur adalah kebaikan.
Dalam lafadz yang lain, Takabur kepada orang yang takabur adalah sedekah.
Ditegaskan oleh al-Ajluni dalam Kasyful Khafa (1/360) bahwa kalimat ini bukan hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun ucapan manusia biasa. Meskipun kata ar-Razi, secara makna bisa diterima.

Makna Sombong kepada yang Sombong Selanjutnya, jika itu benar maknanya, lalu apa makna bersikap sombong di depan orang yang sombong.
Muhammad al-Khadimi – ulama hanafiyah – pernah menjelask…

Tutuplah Bejana di Rumah, Jika Tak Ingin Ini Terjadi

Apa benar  air dalam bejana yang tidak ditutup akan mendatangkan penyakit? dan Apakah ada anjuran menutup bejana di malam hari?
Terdapat jawaban tepat yang diwartakan konsultasisyariah.com. Hadis shahih untuk menjawabnya yakni dari sahabat Jabir bin Abdillah yang menjelaskan, “Aku pernah mendengar, kata Jabir, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, غَطُّوا الإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذلِكَ الْوَبَاءِ “Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’/penyakit turun di pada malam itu.  Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim).

Dalam redaksi hadis yang lain dinyatakan, غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ وَأَغْلِقُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا ا…

sidebar ads2 1x1 - 2019